Kehidupan Purba di Dasar Lautan China
Jakarta, Rabu
|
Para peneliti telah menemukan fosil lengkap organisme purba yang hidup di dasar lautan sejak 550 juta tahun lalu. Fosil yang ditemukan di wilayah China Selatan itu merupakan salah satu bentuk kehidupan terlengkap yang pernah diketahui dalam sejarah ilmu pengetahuan.
Spesies Frondose verdobiont diperkirakan mati sebelum ledakan Kambrium (Cambrian Explotion) sekitar 540 juta tahun lalu, ketika hewan-hewan bertulang dan bercangkang mulai bermunculan. Organisme ini tidak memiliki hubungan keturunan dengan organisme modern tapi mirip dengan jamur, lumut, dan alga.
Pada dasarnya bukti kehidupan purba berumur lebih dari 540 juta tahun yang lalu sulit untuk dipelajari. Kebanyakan organisme yang muncul pada periode Ediacaran atau yang berlangsung antara 600 hingga 542 juta tahun lalu bertubuh lunak dan sulit membatu.
Batu kapur
Hampir seluruh fosil Ediacara yang ditemukan terkubur dalam batupasir (sandstone). Struktur yang kasar mempersulit para ilmuwan untuk mengamati bentuk anatomi secara lengkap.
Untunglah, sebuah tim riset dari Virginia Tech, AS, dan Nanjing Institute of Geology and Paleontology, China telah menemukan fosil yang terlindung dalam batu kapur (limestone). Sehingga bentuk organisme yang terlindung dengan baik dapat lebih mudah diamati.
“Kami memperkirakan fosil terbentuk di tempat hidupnya,” kata Chuanming Zhou dari Nanjing Institute of Geology and Paleontology. Atau dengan kata lain, mereka tidak berpindah tempat sejak mati hingga terkubur menjadi fosil.
Proses terbentuknya batuan menunjukkan bahwa organisme mendiami dasar lautan pada 550 juta tahun lalu seperti yang dilakukan jamur, lumut, atau alga sekarang.
Petunjuk Prekambrium
Organisme terdiri atas banyak struktur mirip tabung yang memanjang dari pusat tubuhnya. Para ahli biologi percaya bahwa mereka hidup pada hamparan dasar lautan seperti tanaman yang menjalar secara horisontal.
Bentuk fosilnya memberikan informasi baru tentang munculnya organisme multisel yang terbentuk lebih dari setengah juta tahun lalu.
“Terbentuk menjadi batuan sejak 575 hingga 540 juta tahun yang lalu, fosil ini menjadi kunci untuk memahami awal kehidupan hingga ledakan kambrium saat hewan bertulang dan sejenisnya mulai bermunculan,” kata ShuhaiXiao, seorang geolog dari Virginia Tech.
Temuan hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Proceeding of the National Academy of Sciences edisi online.
(Selasa, 8 januari 2008)
