Jakarta, Rabu
| |
 |
| ist. |
| Lebih dari seratus kamera akan mengamati peluncuran Discovery |
|
Pesawat ulang alik Discovery akan diluncurkan sekitar pukul 02:51 WIB Kamis dini hari – atau beberapa jam lagi – bila segalanya berjalan sesuai rencana. Saat Discovery meluncur nanti, lebih dari 100 kamera, baik video maupun radar, akan mengarahkan lensanya ke badan pesawat, mencari tanda-tanda bila terjadi kesalahan.
Pengamatan yang sangat cermat ini merupakan akibat langsung dari kecelakaan Columbia tahun 2003. Sesungguhnya pada tanggal 16 Januari 2003, sebuah kamera video menangkap ada objek yang jatuh dari tangki bahan bakar eksternal, 82 detik setelah Columbia terangkat. Namun rekaman itu tidak terlalu jelas dan hanya ditangkap sedikit kamera, sehingga NASA tidak melakukan observasi lanjutan ketika wahana mencapai orbitnya.
Para peneliti kemudian menemukan bahwa objek yang jatuh itu adalah potongan busa pelapis. Ia menghantam keping penahan panas pada sayap pesawat dan menjadikannya sedikit terbuka. Karena tidak dilindungi keping penahan panas, bagian yang terbuka itu terbakar saat Columbia memasuki atmosfer Bumi tanggal 1 Februari dan membuat pesawat meledak.
Dalam laporan finalnya, Badan Penyelidik Kecelakaan Columbia mengkritik NASA karena tidak menyiapkan cukup kamera jarak jauh yang memiliki resolusi tinggi untuk mengamati proses peluncuran. Masalah itu sebenarnya tidak hanya terjadi pada Columbia – ditemukan sekitar sepertiga dari semua misi ulang alik tidak diamati dengan cermat untuk bisa mendeteksi adanya objek yang mungkin terlepas dari wahana.
Nah, untuk misi Discovery kali ini, total 107 kamera akan mengawasi Discovery ketika meluncur. Dari mulai terangkat hingga 30 detik kemudian, saat pesawat masih terlihat, kamera-kamera itu harus bisa mendeteksi objek jatuh meskipun diameternya hanya 2,5 centimeter. Bila ada benda yang jatuh, kamera-kamera harus bisa menunjukkan dimana objek itu mengenai badan pesawat dan darimana ia berasal.
Kamera-kamera ini – termasuk 19 kamera televisi definisi tinggi – akan merekam gambar-gambar Discovery dari setidaknya tiga lokasi berbeda di sekitar launch pad, di Kennedy Space Center, Cape Canaveral, Florida.
Dua pesawat WB-57 juga akan mengambil gambar-gambar ketika mereka berputar-putar di dekat Discovery sebelum peluncuran. Selain itu radar dari dua kapal yang berada di Florida akan melacak peluncuran, ditambah pantauan dari piringan radar selebar 15 meter di pulau dekat Cape Canaveral.
Pesawat ulang alik sendiri juga dilengkapi dengan piranti-piranti pelacak kerusakan. Sensor temperatur dan accelerometer telah dipasang di sayap untuk mendeteksi panas dan tumbukan. Begitu berada di orbit, para astronot akan memeriksa pesawatnya dengan seksama menggunakan lengan robotik.
Lengan sepanjang 15 meter itu tentu saja tidak akan bisa mencapai bagian bawah pesawat. Oleh karenanya setelah kecelakaan Columbia, NASA menambahkan tangan sepanjang 15 meter. Tangan ini dilengkapi video dan sistem laser.
Para astronot akan menggunakannya untuk memeriksa bagian ujung sayap, ujung hidung, dan bagian bawah pesawat – dimana pecahan-pecahan tangki bahan bakar eksternal mungkin menghantam. Data itu kemudian akan dibuat menjadi image 3-D dari perisai penahan panas Discovery.
Para astronot akan mengoperasikan tangan robotik dari bagian dalam pesawat dan harus menghindarkannya dari benturan dengan badan pesawat. Mereka akan mengamati gerakan lengan lewat jendela dan lewat kamera yang dipasang pada ujung lengan.
“Mungkin bagian paling sulit adalah ketika kami mengamati bagian sayap karena ada beberapa posisi dimana kami tidak mendapat pandangan yang luas,” kata astronot Andy Thomas, salah satu awak ulang alik yang akan mengoperasikan lengan robotik.
Waktu penggunaan tangan itu – yakni hari kedua penerbangan – akan menambah kesulitannya. Tugas yang memerlukan koordinasi antara tangan dengan mata itu bakal dilaksanakan dalam kondisi gravitasi rendah, sehingga makin sukar dilaksanakan.
Para astronot yang ada di Stasiun Ruang Angkasa Internasional juga akan memeriksa pesawat ketika Discovery mendekati docking bay ISS.
Tak heran bila misi kali ini disebut sebagai misi dimana pesawat ulang alik akan diawasi dengan cermat alias misi yang paling diamati sepanjang masa.
http://www.kompas.com
(Selasa8 januari 2008)